Rabu, 11 Maret 2015

Profil KDS Gaya Semarang

A. LATAR BELAKANG

Penyakit HIV AIDS merupakan golongan penyakit yang mematikan di dunia khususnya Indonesia. Penyakit ini merambah dari kalangan kelas ningrat sampai dengan anak jalanan terutama dikalangan lelaki suka lelaki. Kasus HIV AIDS di Indonesia yang dilaporkan oleh Direktorat Jendral Communicable Disease (CDC) & Environmental Health (EH) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia pada 1 januari 2012 sampai dengan 31 desember 2012 sebanyak 21.511 kasus untuk HIV dan AIDS 5.686 kasus serta kematian akibat HIV AIDS tercatat dari 1 april 1987s/d 31 desember 2012 sebanyak 8.235 kasus (Ditjen PP & PL Kemenkes RI, 2012).

Pengobatan setelah terjadi pajanan infeksi HIV pada seseorang adalah terapi Antiretroviral, yang berarti mengobati infeksi HIV dengan beberapa obat. Karena HIV adalah retrovirus maka obat ini disebut sebagai obat Antiretroviral (ARV). ARV tidak membunuh virus itu, namun hanya dapat memperlambat laju pertumbuhan virus, begitu juga penyakit HIV. (Spiritia,2006:403)

HIV merupakan salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Virus yang ada di dalam tubuh penderita ini tidak bisa keluar, sehingga seseorang harus mengonsumsi obat ARV seumur hidup dan tepat waktu. Jadwal ketat minum obat HIV ini tidak boleh meleset agar bisa menekan jumah virus di tubuhnya. Jika tidak disiplin maka obat akan menjadi resisten terhadap tubuh. HIV adalah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel T CD4 dan makrofag yang merupakan komponen vital dari sistem kekebalan tubuh. Hal inilah yang membuat ODHA memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan mudah terkena infeksi. Karenanya seseorang harus mengonsumsi obat ARV untuk mempertahankan kekebalan tubuhnya. (www.detik.com)

Pravelensi kasus HIV AIDS yang tinggi menjadi permasalahan yang pelik di masyarakat. Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai komponen agar penularan HIV AIDS dapat diminimalisir. Masyarakat sendiri masih menganggap penderita HIV AIDS harus dikucilkan dari lingkungan. Beban fisik maupun psikologi berdampak terhadap kelangsungan hidup penderita HIV AIDS.

Berawal dari hasil yang diterima dari klinik VCT yang hasilnya dinyatakan positif / reaktif, semua orang menerima hasil seperti itu akan frustasi atau depresi. Di bentuknya komunitas ini untuk saling memberi dukungan antara satu sama lain agar hidupnya jauh lebih bermanfaat di bandingkan sebelumnya.



B. VISI DAN MISI

Visi

Membangun kualitas hidup ODHA yang layak dan mandiri

Misi

· Pemberdayaan kepada ODHA dengan rasa Kekeluargaan.

· Mengembangkan minat dan bakat ODHA agar dapat bersaingan di depan umum terutama di dunia usaha agar mencapai kesejahteraan secara financial.

· Wawasan tentang kesehatan selalu terbaharui melalui pertemuan rutin setiiap bulannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar